Para mahasiswa yang Budiman, selamat atas keberhasilan kalian masuk kuliah di perguruan tinggi (PT). Mengawali perkuliahan pada semester awal kalian akan menempuh perkuliahan umum, yang lazim dikenal sebagai Mata Kuliah Umum (MKU).

Apa sebenarnya urgensi MKU itu? MKU bukan mata kuliah pelengkap bidang studi, akan tetapi benar-benar memiliki peran strategis. Pertama, MKU membekali mahasiswa pengetahuan dasar, yakni pengetahuan yang berguna bagi disiplin apapun juga.  Pengetahuan dasar seperti etika, berpikir kritis, belajar yang terintegrasi dan teraplikasi; kerja sama, memahami kebhinekaan, dan kemampuan belajar sepanjang hayat akan sangat berguna bagi bidang studi atau spesialisasi apapun.

Kedua, MKU membantu mahasiswa memahami keterkaitan antara satu ilmu dengan ilmu lainnya. Mahasiswa jurusan sastra misalnya akan lebih arif, komprehensif, dan kritis  melihat sastra setelah ia mendapatkan pencerahan dari dosen Pendidikan Agama Islam misalnya, ketika menjelaskan tradisi sastra, khususnya puisi bangsa Arab jahiliyyah saat Islam diturunkan kepada Nabi Muhammad.  Dengan kata lain, MKU mestinya menjadi solusi untuk mengatasi sempitnya spesialisasi (bidang studi).

Ketiga, MKU mengajari mahasiswa bagaimana mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam kehidupan nyata sehari-hari, di dalam dan di luar kampus setelah wisuda. Mata kuliah KKN (Kuliah Kerja Nyata), misalnya bila didesain dengan baik akan membantu mahasiswa memahami aplikasi ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Keempat, MKU berkaitaan dengan pengalaman manusia secara universal, sehingga pengalaman ini akan meningkatkan saling memahami dan menghargai sesama manusia. Nilai-nilai kemanusiaan terkikis ketika manusia tidak memahami dirinya sendiri.  MKU mendidik manusia untuk memahami dirinya sendiri, lalu memahami orang lain selain dirinya.

Dari sejumlah MKU yang merupakan mata kuliah wajib ada empat, sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi pasal 35 ayat 2, bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat mata kuliah : a. Agama; b. Pancasila; c. Kewarganegaraan; dan d. Bahasa Indonesia. Keempat mata kuliah tersebut dikenal dengan sebutan Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU).

Diana G. Oblinger & Anne-Lee Verville dalam What Business Wants from Higher Education (1998: 73-4) (http://www.schev.edu/wumedia/manning.html) membuat senarai  sifat-sifat perorangan yang dikehendaki oleh para manajer perusahaan.  Sikap-sikap ini sangat universal (berlaku umum, makanya disebut general education), diperlukan pada segala bidang kehidupan oleh siapapun dengan spesialisasi apa pun.  Banyak alumni sadar setelah mereka bekerja di perusahaan, bahwa sifat-sifat demikian itu buah hasil dari pendidikan umum.

Pertama, kemampuan untuk memperoleh pengetahuan.

Kedua, kemampuan belajar sepanjang hayat.

Ketiga, kemampuan beradaptasi untuk merespons perubahan.

Keempat, kemampuan “mengelola” diri.

Kelima, memiliki daya tahan, ulet, dan tekad yang kuat.

Keenam, memiliki citra diri yang positif.

Ketujuh, memiliki kemampuan berkomunikasi.

Kedelapan, memiliki kemampuan bekerjasama dengan orang lain.

Kesembilan, memiliki kemambuan bekerja efektif.

Sembilan kompetensi di atas merupakan Jampe Hirup (Sunda: jampi-jampi kehidupan) yang bersifat umum, yakni berguna bagi siapa saja. Semua itu esensi kemanusiaan bukan substansi formal (mata-mata kuliah program studi).

Apa dan bagaimana MKU tersebut akan dapat kalian pelajari pada tahun-tahun awal perkuliahan di PT. Selamat belajar dan raihlah prestasi yang gemilang. Jadilah orang bijak, yang senantiasa memanfaatkan waktu untuk belajar. Seperti pepatah mengatakan:  “Orang bijak belajar ketika ia bisa. Orang bodoh belajar ketika mereka terpaksa Athur Wellesley

 

Leave a Comment